Refleksi Kedzhaliman Fir'aun, Haman, dan Qarun pada Kehidupan Modern
Khutbah Jumat 26/09/24
الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
أما بعد: فيا أيها الناس، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
Muqaddimah:
Jamaah sholat jumat yang mengharap ridha ALLAH, mari kita mulai dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul dalam keadaan sehat dan iman. Pada hari ini, Khotib mengajak kita semua untuk merenungkan sebuah kisah yang sudah Allah abadikan dalam Al-Qur’an, yaitu kisah tentang Fir’aun, Haman, dan Qarun. Kisah ini adalah pelajaran abadi tentang kezaliman, kesombongan, dan penolakan terhadap kebenaran yang dihadapi Nabi Musa.
Tidak hanya sekadar sejarah, kisah ini juga memberikan kita cermin untuk menilai kondisi bangsa-bangsa modern, termasuk bangsa kita sendiri. Fir’aun sebagai simbol penguasa yang zalim dan keras kepala, Haman sebagai teknokrat yang memperkuat tirani, dan Qarun sebagai oligarki yang menghancurkan bangsa dengan kekayaannya. Mari kita telusuri hikmah di balik kisah-kisah ini.
Lebih Lanjut Silahkan Baca :https:
https://hijrapreneur.blogspot.com/2024/09/khutbah-jumat-refleksi-kedzhaliman.html


Comments
Post a Comment